Perjalanan spiritual lintas pulau dalam rangka Indonesia Walk for Peace 2026 terus berlangsung dengan penuh semangat dan ketenangan. Para Bhikkhu bersama umat Buddha menempuh perjalanan ratusan kilometer dari Pulau Bali menuju kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026.
Kegiatan berjalan kaki ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga menjadi sarana penyebaran pesan perdamaian, cinta kasih universal, toleransi, dan persaudaraan kepada masyarakat luas. Sepanjang perjalanan, para Bhikkhu mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, tokoh agama, komunitas lokal, hingga pemerintah daerah.
Perjalanan dimulai dari wilayah Jembrana, Bali, sebelum rombongan bergerak menuju Pelabuhan Gilimanuk. Di lokasi tersebut, umat Buddha dan masyarakat setempat turut mengantar keberangkatan para Bhikkhu yang akan menyeberangi Selat Bali menuju Pulau Jawa.
Saat berada di atas kapal penyeberangan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, para Bhikkhu bersama umat melaksanakan doa bersama. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai perjalanan laut yang menjadi simbol penguatan tekad dalam menyebarkan nilai-nilai kedamaian.
Setibanya di Banyuwangi, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melintasi sejumlah wilayah di Jawa Timur. Rute yang dilalui mencakup Banyuwangi, Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, hingga Ngawi sebelum memasuki wilayah Jawa Tengah.
Di setiap daerah yang dilewati, masyarakat menyambut rombongan dengan penuh antusias. Warga berdiri di sepanjang jalan memberikan dukungan moral, menyediakan makanan dan minuman, serta turut mengiringi perjalanan dalam beberapa titik rute. Sambutan budaya seperti pertunjukan barongsai, kesenian tradisional, sambutan hangat dari pejabat dan juga perwakilan dari umat, hingga tarian daerah turut mewarnai perjalanan, mencerminkan keberagaman budaya Indonesia yang hidup berdampingan dalam suasana harmonis.
Selama berada di Jawa Timur, para Bhikkhu juga melaksanakan berbagai agenda kunjungan ke vihara-vihara, instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, serta rumah ibadah lintas agama. Salah satu agenda yang menjadi simbol kuat kerukunan adalah kunjungan ke Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Surabaya. Kunjungan tersebut menjadi wujud nyata dialog, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama yang terus dijaga di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
Memasuki wilayah Jawa Tengah, perjalanan berlanjut melalui Sragen, Surakarta, Klaten, Yogyakarta, Muntilan, hingga Magelang. Kehadiran para Bhikkhu kembali mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan pemerintah daerah setempat.
Salah satu agenda penting dalam perjalanan ini adalah partisipasi para Bhikkhu dalam Kirab Waisak Kota Surakarta. Kegiatan kirab dimulai dari Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Surakarta, dan berakhir di Balai Kota Surakarta. Ribuan masyarakat dari berbagai latar belakang turut memadati jalur kirab untuk menyaksikan dan memberikan penghormatan kepada para Bhikkhu yang sedang menjalankan perjalanan spiritual menuju Borobudur.
Kehadiran para Bhikkhu dalam kirab tersebut menjadi simbol persatuan dan keharmonisan yang menyatukan berbagai elemen masyarakat. Semangat kebersamaan terlihat dari partisipasi aktif warga, organisasi keagamaan, komunitas sosial, serta pemerintah daerah yang mendukung jalannya kegiatan.
Setelah menyelesaikan rangkaian agenda di Surakarta dan wilayah sekitarnya, perjalanan dilanjutkan menuju Magelang sebagai tujuan terakhir sebelum mencapai tujuan utama di kawasan Candi Borobudur. Setiap langkah yang ditempuh menjadi representasi nyata dari nilai-nilai luhur Buddhis yang mengajarkan cinta kasih, welas asih, kesabaran, dan perdamaian.
Indonesia Walk for Peace 2026 menjadi bukti bahwa perjalanan spiritual dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarmanusia tanpa memandang perbedaan agama, budaya, maupun latar belakang sosial. Sambutan hangat yang diberikan masyarakat sepanjang perjalanan menunjukkan bahwa semangat toleransi, gotong royong, dan persaudaraan tetap menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia.
Melalui perjalanan lintas pulau yang menempuh ratusan kilometer ini, para Bhikkhu tidak hanya berjalan menuju Borobudur, tetapi juga membawa pesan perdamaian yang diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.



